
Pendahuluan: Apa itu pembayaran?
Masyarakat, bisnis, bahkan pemerintah saling menukar uang untuk memperdagangkan barang atau jasa. Pertukaran ini disebut pembayaran. Sementara itu, para pemangku kepentingan yang terlibat dalam memfasilitasi pembayaran ini membentuk industri pembayaran.
Mengingat konsumen melakukan pembayaran setiap hari, kemampuan industri pembayaran untuk memproses transaksi ini dengan cepat, aman, dan dalam skala global sangat penting bagi kelangsungan aktivitas ekonomi di seluruh dunia. Untuk memastikannya, berbagai pemangku kepentingan di seluruh ekosistem pembayaran telah menetapkan standar mengenai bagaimana pembayaran tersebut diproses.
Meskipun standar ini sebagian besar sama di seluruh dunia, terdapat beberapa perbedaan di tiap negara yang perlu dipahami oleh para pemangku kepentingan.
Dalam artikel ini, kami akan memandu Anda memahami bagaimana pembayaran dilakukan, dengan pembahasan mendalam mengenai penggunaan dan pemrosesan kartu sebagai instrumen pembayaran. Kami juga akan membahas bagaimana pembayaran di Arab Saudi diproses dan bagaimana Stitch dapat membantu para pemangku kepentingan membangun produk pembayaran.
Bagaimana pembayaran dilakukan?
Industri pembayaran memungkinkan konsumen untuk melakukan pembayaran kepada pedagang, baik secara daring maupun di toko fisik, melalui beberapa instrumen pembayaran. Berikut adalah beberapa yang umum digunakan:
a. Tunai: Mata uang fisik tetap menjadi bentuk pembayaran yang mendasar, namun penggunaannya berangsur menurun seiring dengan semakin populernya alternatif digital.
b. Kartu Pembayaran: Kartu prabayar, debit, atau kredit, dengan pita magnetik atau cip memungkinkan konsumen untuk melakukan pembayaran dan mengakses dana. Kartu ini bisa berbentuk fisik berupa kartu plastik atau berbentuk virtual di ponsel pintar konsumen.
c. Dompet Digital: Aplikasi seperti Apple Pay, Google Pay, dan mada Pay menyimpan informasi kartu konsumen sebagai kartu yang telah ditokenisasi.
d. Transfer Bank: Transfer dana dari satu rekening bank ke rekening lain melalui berbagai metode, termasuk transfer kawat melalui jaringan seperti Sarie di Arab Saudi (dikelola oleh Saudi Payments) atau jaringan internasional seperti SWIFT.
e. Jaringan Pembayaran Tagihan: Pembayaran tagihan dan faktur lainnya melalui aplikasi, termasuk Sadad di Arab Saudi (juga dikelola oleh Saudi Payments).
Siapa saja pemain kunci dalam industri kartu?
Jika kita fokus pada industri kartu, di mana Anda dapat melakukan pembayaran menggunakan kartu fisik atau virtual serta dompet digital, terdapat beberapa pemangku kepentingan yang masing-masing memiliki peran unik. Bersama-sama, mereka memastikan pembayaran antara konsumen dan pedagang dilakukan dengan cepat.
Pemangku kepentingan utama meliputi:
Pedagang: Bisnis yang menjual barang dan jasa kepada konsumen.
Konsumen: Individu, seperti Anda dan saya, yang membeli barang dan jasa dari pedagang.
Regulator: Biasanya bank sentral (seperti SAMA di Arab Saudi) atau lembaga pemerintah yang menetapkan dan menegakkan aturan serta regulasi untuk memastikan stabilitas dan keamanan sistem pembayaran.
Penerbit: Biasanya bank atau lembaga keuangan berlisensi yang menerbitkan instrumen pembayaran kepada konsumen untuk pembayaran digital.
Acquirer: Entitas yang menyediakan saluran pembayaran bagi pedagang untuk menerima pembayaran digital, serta menyelesaikan transaksi atas nama mereka.
Skema Kartu: Perantara antara penerbit dan acquirer yang memfasilitasi pemrosesan pembayaran bagi konsumen dan pedagang.
Lembaga Keuangan: Biasanya bank, koperasi kredit, dan entitas teregulasi lainnya yang menangani uang, membantu konsumen dan pedagang dalam mengelola keuangan mereka.
Perusahaan FinTech & Korporasi: Entitas yang berspesialisasi dalam menciptakan produk dan solusi pembayaran inovatif, sering kali berupa solusi berbasis teknologi yang memerlukan kemitraan dengan anggota ekosistem pembayaran lainnya agar dapat bertindak sebagai satu entitas yang melayani konsumen secara langsung.
Bagaimana kartu digunakan untuk melakukan transaksi?
Mari kita bahas apa yang terjadi ketika konsumen menggunakan kartu mereka untuk melakukan pembayaran, baik di toko fisik maupun di merchant online.
Transaksi di Toko Fisik
Ketika konsumen menggunakan kartu mereka untuk melakukan pembelian, terdapat mekanisme untuk mengautentikasi bahwa mereka adalah pemilik instrumen pembayaran tersebut, guna memastikan penggunaan yang sah.
Di sinilah peran PIN kartu — PIN digunakan untuk memverifikasi bahwa konsumen yang menggunakan kartu tertentu adalah pengguna yang sah, menurut penerbit kartu.
Untuk autentikasi kartu fisik yang digunakan — chip tertanam dan pita magnetik pada kartu itulah yang berfungsi. Keduanya digunakan untuk memverifikasi bahwa kartu plastik yang digunakan adalah kartu asli yang diterbitkan, bukan kartu palsu yang dicetak oleh penipu menggunakan detail kartu yang telah dicuri. Saluran yang menerima pembayaran dari sisi merchant/akquirer dalam skenario ini adalah perangkat pembayaran fisik, seperti mesin POS.
Transaksi E-commerce
Ketika konsumen menggunakan kartu mereka secara online, mereka diharuskan memasukkan detail tambahan untuk verifikasi sebagai alternatif dari penggunaan chip dan/atau pita magnetik. Di sinilah autentikasi multi-faktor (seperti memasukkan OTP) diperlukan, selain memasukkan detail dasar kartu (seperti nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan CVV), sebagai lapisan keamanan tambahan terhadap penipu.
Saluran yang menerima pembayaran dari sisi merchant/akquirer dalam skenario ini adalah perangkat pembayaran fisik, seperti mesin POS.
Bagaimana pembayaran kartu diproses?
Di balik setiap transaksi kartu, terdapat proses yang memastikan bahwa setelah pembayaran dilakukan, transaksi tersebut difasilitasi dengan aman antara konsumen dan merchant.
1. Otorisasi
A. Transaksi dengan Kartu Fisik (Card-Present)
Setelah konsumen memulai pembayaran di toko fisik, terminal merchant akan mengambil detail kartu dan mengirimkan detail transaksi ke skema kartu yang relevan. Proses pengambilan dan pengiriman detail ini adalah proses kompleks yang biasanya dikelola oleh prosesor akquirer. Tanggung jawab utama prosesor akquirer adalah memfasilitasi hubungan antara merchant yang ingin menerima pembayaran dan skema kartu. Setelah skema kartu menerima transaksi, skema tersebut akan mengirimkannya ke penerbit kartu yang relevan, yang kemudian melakukan berbagai pemeriksaan (misalnya memeriksa apakah konsumen memiliki saldo yang cukup di akun mereka) sebelum memutuskan untuk menyetujui atau menolak transaksi. Ini juga merupakan proses kompleks yang biasanya dikelola oleh prosesor penerbit.
B. Transaksi Tanpa Kartu Fisik (Card Not Present)
Berbeda dengan cara pembayaran yang diproses di toko fisik seperti yang dijelaskan di atas, proses untuk pembayaran online memiliki perbedaan. Dalam transaksi online, payment gateway digunakan sebagai pengganti perangkat point-of-sale fisik karena ini adalah transaksi e-commerce. Payment gateway ini mengarahkan pembayaran ke direktori skema kartu yang tepat, yang kemudian memfasilitasi pengiriman transaksi ke penerbit yang benar untuk memberikan respons otorisasi. Setelah konsumen memasukkan detail kartu mereka (nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan CVV) di situs e-commerce saat checkout, mereka biasanya diarahkan ke halaman autentikasi multi-faktor (MFA) yang dihosting oleh penerbit untuk melakukan langkah keamanan tambahan. Untuk membantu payment gateway melakukan pengalihan MFA dengan lancar, skema kartu (seperti mada, Visa, dan Mastercard) menawarkan layanan direktori yang berisi daftar URL pengalihan dari semua penerbit mereka. Skema kartu juga sering menawarkan perangkat pengalihan merchant untuk memastikan pengalihan diatur dengan benar.
2. Penyelesaian (Settlement)
Dalam kedua kasus tersebut, skema kartu yang terlibat dalam transaksi juga melakukan penyelesaian dengan pihak-pihak terkait, melakukan kliring transaksi di antara mereka, serta menengahi setiap sengketa yang mungkin timbul.
Frekuensi penyelesaian sering kali berlangsung dalam beberapa siklus, bergantung pada hubungan antara setiap penerbit dan acquirer dalam jaringan mereka serta berbagai faktor yang dapat mencakup risiko kewajiban.
Tahap ini mencakup proses rekonsiliasi yang memastikan bahwa sistem pencatatan antara setiap pemangku kepentingan yang terlibat telah sinkron dan tidak ada perbedaan antara saldo yang harus dibayar dan saldo yang dimiliki untuk setiap akun. Proses ini biasanya dikelola melalui pertukaran berkas yang terjadi pada berbagai frekuensi seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa transaksi intrabank (antar rekening dalam bank yang sama) terjadi lebih cepat dan lebih sederhana daripada transaksi antarbank (antar rekening di bank yang berbeda) karena skema kartu tidak perlu terlibat. Hal ini terkadang disebut sebagai transaksi On Us.
Setelah skema kartu menyelesaikan transaksi, penerbit terkait memindahkan dana dari rekening konsumen ke skema kartu, yang kemudian memindahkan dana tersebut ke bank merchant untuk diselesaikan dengan rekening tujuan. Hal ini memungkinkan rekening merchant dikreditkan dengan jumlah pembayaran oleh acquirer mereka, dan rekening konsumen didebit.
Perhatikan bahwa rekening konsumen selalu langsung didebit, sedangkan rekening merchant sering kali baru dikreditkan setelah proses penyelesaian selesai, yang bisa memakan waktu satu atau dua hari, dan terkadang disebut sebagai T+1 atau T+2.
Stitch, mitra pembayaran Anda di Arab Saudi
Seperti yang telah kami bahas dalam artikel hari ini, industri pembayaran melibatkan beberapa pemangku kepentingan yang harus bekerja sama secara rumit untuk memastikan transaksi antara konsumen dan merchant diproses dengan lancar. Bagaimanapun, memahami cara kerjanya dan mengikuti perkembangan terkini sangat penting untuk memastikan infrastruktur yang mendukungnya selaras dengan Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan untuk memodernisasi ekonomi Kerajaan.
Lebih dari sekadar platform inovatif, Stitch menawarkan dukungan dan keahlian yang diperlukan untuk menavigasi seluk-beluk lanskap pembayaran Arab Saudi. Sebagai pemroses penerbit, kami memastikan integrasi solusi pembayaran baru yang lancar dengan para pemangku kepentingan (seperti skema kartu seperti mada), dengan mematuhi standar tinggi di seluruh Kerajaan Arab Saudi.
Bank, perusahaan Fintech, dan entitas korporat dapat mengandalkan infrastruktur, platform, dan dukungan kami yang teguh untuk meluncurkan solusi pembayaran baru secara cepat, efisien, dan aman.
Jika Anda sedang berinovasi di bidang pembayaran dan ingin mempercepat waktu pemasaran Anda, hubungi kami untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat mendukung Anda dalam perjalanan ini.