Hambatan inovasi keuangan di Arab Saudi dan UEA
Di seluruh kawasan Teluk, layanan keuangan berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Strategi nasional seperti Visi 2030 Arab Saudi dan agenda transformasi digital UEA telah menempatkan inovasi keuangan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, inklusi, dan daya saing. Pembayaran kini menjadi waktu nyata (real-time), pinjaman semakin terintegrasi, dan ekspektasi pelanggan meningkat di setiap interaksi.
Namun, di balik momentum ini terdapat kontradiksi yang kian nyata. Meski institusi berada di bawah tekanan untuk bergerak lebih cepat, infrastruktur yang mereka andalkan justru menjadi semakin kompleks. Alat-alat modern memang mulai diperkenalkan, namun sering kali dibangun di atas fondasi lama dan ekosistem vendor yang kian meluas.
Untuk memahami bagaimana institusi keuangan menghadapi realitas ini, Stitch menugaskan riset independen yang bekerja sama dengan YouGov, dengan menyurvei 190 pengambil keputusan senior di bank, perusahaan penukaran uang, fintech, dan penyedia layanan keuangan di UEA dan Arab Saudi.
Hasil riset ini mengungkapkan bahwa pasar tidaklah menolak modernisasi, melainkan terkendala oleh fragmentasi, ketergantungan pada sistem lama, dan hilangnya kendali eksekusi. Laporan ini memaparkan kondisi tersebut dan menjelaskan mengapa unifikasi muncul sebagai model operasional berikutnya bagi infrastruktur keuangan di kawasan ini.
